Saya dari masa kecil hingga remaja kelas tiga SMA tinggal di salah satu Kecamatan di Kabupaten Gresik bagian Utara. Di wilayah Gresik pada saat saya Sekolah SMP hingga SMA (1991-1997), nama-nama band rock luar negeri yang telah berusia tua dan menjadi legenda yang sering terdengar di telinga saya adalah QUEEN, METALLICA, KREATOR, HELLOWEEN, SEPULTURA, GN’R, IRON MAIDEN, SLAYER, DREAM THEATER, dll, telah menjadi idola, termasuk saya mengidolakan QUEEN. Tapi sejak vokalis QUEEN (Freddie Mercury) meninggal pada 1991, saya tancapkan dalam hati sebagai kenangan tak terlupakan.

Setamat SMA, saya melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UNTAG) di Kota Surabaya hingga tahun 2002, dan masuk organisasi UKM Musik. Pada transisi kehidupan saya di kota besar seperti Surabaya, terjadi banyak perubahan besar pada diri saya yang semula sebagai anak desa yang tidak berpolah menjadi remaja yang agresif.

Masih dalam masa kuliah, saya sering silaturahmi dan menginap di rumah Jefrie (sepupu) di Kota Gresik, dan Jefrie memiliki kakak bernama Hanif. Pada suatu ketika saya menempati kamarnya Hanif, di situ banyak sekali koleksi album-album kaset dari berbagai band rock/death/metal termasuk mp3 yang ada di komputernya, dan tentu itu membuat saya tertarik untuk mengetahui ciri-ciri musik yang dibawakan oleh band-band koleksinya Hanif tersebut.

Ketika saya menggeledah satu persatu album kaset dan mp3-nya, saya paling tertarik dengan album kaset milik band MANOWAR. Pada waktu itu album kaset yang saya ambil adalah “Kings Of Metal”, rilisan tahun 1988. Saya putar kaset itu dari side A hingga side B, kurang puas, saya putar kembali side A hingga side B. Ternyata musik dan lirirknya lain dari pada yang lain. Unik!

Suatu hari saya mencari dan pastinya berniat membeli album “Kings Of Metal” di toko-toko kaset hingga di toko Aquarius Surabaya, hasilnya …. nihil. Hanif sendiri mengatakan bahwa album MANOWAR memang sulit didapat, dan sampai saat ini pun telah saya buktikan. Suatu hari saya kembali lagi ke rumah Hanif dengan membawa sebuah kaset kosong yang pasti dengan tujuan merekam lagunya MANOWAR, dan untuk sementara itulah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan.

Ketika di Surabaya saya mencoba bertanya-tanya kepada fans musik rock maupun yang ngaku-ngaku sebagai rocker sejati, “ada yang mengetahui Manowar?”, kurang dari separuh mereka mengetahui. Begitu pula ketika saya pulang ke Gresik dan mencoba bertanya-tanya kepada fans musik rock disana, yang mengetahui …. katakanlah 2 banding 15.

Seiring waktu yang saya lalui, saya tidak terfokus mengidolakan pada sebuah band, musik mana yang menurut saya bagus walaupun itu dibawakan oleh band yang kurang terkenal pun …. saya koleksi sampai sekarang. Maka dari teman-teman banyak yang bertanya, “Itu lagunya siapa, musiknya siapa, aku tidak mengenal….”

Pertengahan 2009, hati dan pikiran saya tergugah kembali untuk mengidolakan MANOWAR. Dari awalnya sedikit demi sedikit saya mengoleksi mp3 dengan cara download dari berbagai link dan mencari informasi tentang MANOWAR (dalam bahasa Indonesia), namun sedikit sekali informasi yang saya dapatkan.

Selanjutnya saya mencoba membuat blog melalui Multiply (dalam bahasa Indonesia), informasinya bersumber dari situs-situs luar negeri, dan berhasil. Pada blog tersebut saya isi informasi selengkap-lengkapnya dari yang mulai “pangkal” hingga “ujung” dari MANOWAR, termasuk saya sediakan pula link download pribadi saya.

Pada 2011, saya mencoba membuat halaman di Facebook, dan tidak hanya sekedar membuat, saya melakukan percobaan kedua untuk berkomunikasi dengan mantan gitaris Ross juga mantan bassis David. Dari mereka berdua berhasil saya peroleh berbagai informasi yang sengaja tidak saya muat di blog ini dan masih tersimpan dalam inbox.

Pada awal 2013, blog Multiply kemudian berubah fungsi menjadi blog jual-beli, alhasil…. semua informasi yang saya muat musnah seketika. Di tahun ini pula saya dikaruniai putri kedua dan saya memberi nama belakangnya Halda, singkatan dari Hamzik (drummer), Logan (gitaris), DeMaio (bassis), Adam (vokal), anggota MANOWAR saat ini.

Ketika saya merasa Facebook bukanlah media yang pas untuk menuangkan informasi secara lengkap. Pada 2015 ini baru saya bisa memberikan informasi yang lumayan lengkap melalui blog WordPress, tapi sayang, saya tidak bisa menyertakan link download pribadi saya.

Sebelum tulisan pengantar saya akhiri, setelah Anda membaca informasi yang telah saya muat di blog ini, ada dua pertanyaan yang mungkin bisa Anda jawab dalam hati:

  1. Sebagai band metal yang lebih tua usianya dari METALLICA (1981), KREATOR (1982), SLAYER (1982), HELLOWEEN (1984), SEPULTURA (1984), GN’R (1984), DREAM THEATER (1984), kenapa MANOWAR kalah tenar di negeri ini?
  2. Sejak berdirinya (1980), MANOWAR belum sekalipun menunjukkan kinerjanya di negara kita, apakah semua EO di negeri ini kurang yakin, atau “takut” dengan mendatangkan MANOWAR?

Logo